Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Terima Banyak Laporan Penyimpangan Jumlah Ekspor Batu Bara RI

Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam pencatatan ekspor batu bara Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyampaikan contoh konkret di mana Indonesia mencatat ekspor batu bara sebesar 50.000 ton, namun negara tujuan mencatat penerimaan sebesar 100.000 ton. Perbedaan ini, menurutnya, menjadi indikator adanya praktik penyimpangan yang perlu diwaspadai.

Prabowo menekankan bahwa penyimpangan data ekspor lebih sulit dilakukan ketika dibandingkan dengan pencatatan di negara penerima. Ia menyoroti bahwa dalam negeri, praktik seperti pengganti kiriman atau pencatatan yang tidak akurat masih bisa terjadi, bahkan ada kemungkinan terlibatnya oknum pejabat. Namun, dengan adanya data yang konsisten antara Indonesia dan negara tujuan, praktik penyimpangan menjadi lebih terbatas.

Presiden juga mengaitkan isu ini dengan kondisi perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 5% per tahun selama tujuh tahun terakhir, yang berarti total pertumbuhan sebesar 35%. Namun, ia menyoroti bahwa jumlah penduduk miskin justru meningkat dari 2017 hingga 2024, sementara kelas menengah mengalami penurunan. Prabowo menyimpulkan bahwa hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam sistem ekonomi yang perlu diperbaiki.

Berita terkait