Prabowo Terima Banyak Laporan Penyimpangan Jumlah Ekspor Batu Bara RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam pencatatan ekspor batu bara Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyampaikan contoh konkret di mana Indonesia mencatat ekspor batu bara sebesar 50.000 ton, namun negara tujuan mencatat penerimaan sebesar 100.000 ton. Perbedaan ini, menurutnya, menjadi indikator adanya praktik penyimpangan yang perlu diwaspadai.
Prabowo menekankan bahwa penyimpangan data ekspor lebih sulit dilakukan ketika dibandingkan dengan pencatatan di negara penerima. Ia menyoroti bahwa dalam negeri, praktik seperti pengganti kiriman atau pencatatan yang tidak akurat masih bisa terjadi, bahkan ada kemungkinan terlibatnya oknum pejabat. Namun, dengan adanya data yang konsisten antara Indonesia dan negara tujuan, praktik penyimpangan menjadi lebih terbatas.
Presiden juga mengaitkan isu ini dengan kondisi perekonomian nasional. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 5% per tahun selama tujuh tahun terakhir, yang berarti total pertumbuhan sebesar 35%. Namun, ia menyoroti bahwa jumlah penduduk miskin justru meningkat dari 2017 hingga 2024, sementara kelas menengah mengalami penurunan. Prabowo menyimpulkan bahwa hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam sistem ekonomi yang perlu diperbaiki.
Bagikan
Berita terkait
Banyak BUMN Rugi Jadi Untung, Prabowo Targetkan Dividen Danantara Rp 200 T
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.52
Prabowo Puji Amran: Saya Punya Menteri Pertanian yang Hebat
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.30
Prabowo Ungkap Giant Sea Wall Dibangun Tahun Depan
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.29
Prabowo Yakin Dampak Ekonomi Kopdes Merah Putih Bakal Terasa di 2027
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.23