Pramono Ajukan Ranperda Rusun, Hunian Bakal Terintegrasi Tanpa Penggusuran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajukan Ranperda Rumah Susun ke DPRD untuk mengembangkan hunian terintegrasi dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan, dan transportasi publik. Regulasi ini menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) serta mixed-use, menambah sasaran kebijakan perumahan tidak hanya untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) tetapi juga MBT (menengah transisi) yang sekitar 49,29% penduduk Jakarta. Ranperda juga memperkenalkan Konsolidasi Tanah Vertikal untuk peremajaan kawasan tanpa penggusuran, serta menyelaraskan kebijakan dengan program pemerintah pusat seperti Tapera, FLPP, dan Program 3 Juta Rumah. Tujuannya, menyediakan hunian layak, inklusif, dan berkeadilan untuk mencapai Jakarta yang inklusif dan sejahtera.
Bagikan
Berita terkait
4 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Pakai APBN
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.15
Pramono Sebut Hampir Separuh Warga Jakarta Kesulitan Huni Rumah Layak
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 15.44
KAI Siapkan Lahan 2,1 Hektar untuk Pembangunan Rusun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.16
Balikpapan Kembali Dilanda Kebakaran, Permukiman Gunung Sari Ilir Diamuk Si Jago Merah
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.46