Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati Selama 6 Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan kebijatan menggratiskan retribusi bagi para pedagang yang akan direlokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati selama enam bulan ke depan. Retribsi yang seharusnya dibayarkan sebesar Rp 180.000 per bular atau sekitar Rp 6.000 per hari tidak akan dikenakan selama periode transisi ini. Kebijatan ini merupakan bagian dari penataan kawasan Pasar Kramat Jati yang bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik di area tersebut.
Penataan ini dilakukan untuk mengatur kembali aktivitas perdagangan yang telah berlangsung sejak era 1970-an dan melibatkan sekitar 614 hingga 640 pedagang. Pemprov DKI telah menyiapkan lokasi penampungan yang tersebar: 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan ke Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue ke Lokbin Cililitan, dan 45 pedagang lainnya ke pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Selain relokasi, Pemprov DKI juga berencana membentuk koperasi khususnya bagi pedagang ikan untuk menjadi pemasok ikan segar dan murah ke rumah sakit yang dikelola pemerintah. Pramono menekankan bahwa penataan tidak hanya memindahkan pedagang tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk tetap mencari nafkah dengan nyaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 20.38
Relokasi Pedagang Trotoar ke Pasar Kramat Jati, Pramono Gratiskan Sewa selama 6 Bulan
Berita terkait
Pramono Mau Bentuk Koperasi Pedagang Kramat Jati, Bidik Pasok Ikan ke RS
Detik.com · 1 September 2026 pukul 21.47
Pramono Bakal Tinjau Pasar Kramat Jati Besok Usai Penertiban Pedagang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.32
Relokasi, Pedagang di Kramat Jati Bebas Retribusi Enam Bulan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.23
Pelajar Tewas di Kramat Jati, Pramono Minta Jalan Licin Bekas Pedagang Ikan Ditertibkan
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 15.07