Pramono Tak Mau Ada Gesekan Etnis: Jakarta Kota yang Sangat Terbuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta adalah kota yang sangat terbuka bagi semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis. Ia menyatakan tidak ingin ada isu terkait etnisitas yang memicu gesekan di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan menanggapi bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7). Dalam insiden tersebut, sebuah bangunan semi permanen dan empat unit sepeda motor hangus terbakar, satu orang meninggal dunia, dan satu orang luka kritis. Pramono mengimbau semua pihak menahan diri dan menyelesaikan masalah secara damai demi menjaga keamanan dan kenyamanan Jakarta. Warga Kelurahan Pegangsaan bersama keluarga korban sepakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta menyerahkan proses hukum kepada Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam dua perkara terkait bentrokan tersebut: empat tersangka untuk kasus perusakan gerobak pedagang, dan tiga tersangka untuk pengeroyokan yang menyebabkan kematian.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Pimpin Upacara HUT 81 RI di Balai Kota: Turunkan Ego, Kita Saling Dengar
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 10.29
Pramono Dukung Aparat Berantas Jaringan Narkoba di Kampung Bahari
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.27
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Sudah 97 Persen, Selesai 20 Agustus
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.57
Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung 2028
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.14