Pramono Tak Mau Ada Gesekan Etnis: Jakarta Kota yang Sangat Terbuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta adalah kota yang sangat terbuka bagi semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis. Ia menyatakan tidak ingin ada isu terkait etnisitas yang memicu gesekan di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan menanggapi bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7). Dalam insiden tersebut, sebuah bangunan semi permanen dan empat unit sepeda motor hangus terbakar, satu orang meninggal dunia, dan satu orang luka kritis. Pramono mengimbau semua pihak menahan diri dan menyelesaikan masalah secara damai demi menjaga keamanan dan kenyamanan Jakarta. Warga Kelurahan Pegangsaan bersama keluarga korban sepakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta menyerahkan proses hukum kepada Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam dua perkara terkait bentrokan tersebut: empat tersangka untuk kasus perusakan gerobak pedagang, dan tiga tersangka untuk pengeroyokan yang menyebabkan kematian.
Bagikan
Berita terkait
60 Tahun Mandek, Akhirnya Pramono Normalisasi Total Anak Kali Krukut
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 11.05
Ikut Merasa Kehilangan, Gubernur Jakarta Pramono Anung Kenang Guruh Soekarno Putra Lewat Karya
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30
Di New York, Pramono Tawarkan 37 Proyek Jakarta Senilai US$7 Miliar
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 12.30
Rano Karno Bangga Pramono Bawa Gagasan Masa Depan di Forum Kota Dunia
Detik.com · 21 September 2026 pukul 11.06