Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Putin Ingin Pulihkan Hubungan Rusia-AS

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh pemerintahnya untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat secara menyeluruh, namun menekankan normalisasi ini bergantung pada iktikad baik dari pihak Gedung Putih. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Putin juga mengklaim komunikasi antara Moskow dan Washington belum sepenuhnya terputus, sehingga jalur komunikasi tetap terbuka.

Di EEF 2026, Putin menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dengan mitra Asia-Pasifik, khususnya Indonesia yang hadir dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan. Dalam pertemuan tersebut, Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia dan menyoroti pertumbuhan ekonomi kedua negara yang tetap positif. Prabowo menawarkan 138 blok eksplorasi energi serta Danantara dengan aset US$1 triliun sebagai jembatan investasi. Kedua pemimpin juga membahas kemungkinan perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Forum ini diselenggarakan pada 1-4 September 2026 di Vladivostok sebagai platform strategis bagi Rusia untuk mengalihkan fokus ekonomi ke arah timur di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat. Kehadiran Prabowo diharapkan memberikan dorongan baru bagi investasi Rusia di Indonesia, terutama di infrastruktur energi dan teknologi digital. Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 3 Februari 1950 dan tahun lalu ditingkatkan menjadi kemitraan strategis.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait