Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Program Sahabat Literasi Tingkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Rakyat Solok

Minat baca siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok meningkat seiring aktifnya perpustakaan dan kegiatan literasi di sekolah. Program Sahabat Literasi, yang menjadi penggerak kegiatan literasi dan perpanjangan tangan pengelola perpustakaan, turut berperan dalam meningkatkan minat baca. Para siswa tidak hanya membantu mengelola buku, tetapi juga mengajak teman sebaya mengunjungi perpustakaan serta merekomendasikan buku yang menarik. Beberapa siswa bahkan mampu menyelesaikan membaca satu novel dalam sehari dan kembali meminjam buku lainnya. Kegiatan rutin Sahabat Literasi meliputi morning literacy, mendongeng, dan menulis cerita pendek setiap Kamis. Bahkan, buku fiksi seperti novel dan komik menjadi bacaan yang banyak diminati, sementara rekomendasi dari teman sebaya membantu siswa menemukan buku yang sesuai dengan minat mereka. Peningkatan minat baca ini juga didukung oleh kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan gawai, sehingga membaca menjadi salah satu aktivitas utama saat waktu luang siswa.

Perpustakaan SRMP 5 Solok dibuka sejak pagi pukul 07.00 hingga sore, dengan koleksi yang didukung oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan perpustakaan daerah. Siswa dapat meminjam maksimal tiga buku selama empat hari dan memperpanjang masa peminjaman jika belum selesai membaca. Guru juga mendukung kegiatan literasi dengan mendorong siswa membaca dan memanfaatkan koleksi perpustakaan untuk mendukung pembelajaran di kelas. Salah satu anggota Sahabat Literasi, Alvino (14), membantu merapikan buku dan mengajak teman-temannya membaca di perpustakaan. Ia berharap perpustakaan yang rapi dapat membuat siswa lebih tertarik untuk datang dan membaca.

Kegiatan literasi ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) agar menghidupkan budaya literasi di seluruh lingkungan Sekolah Rakyat. Guru sekaligus Kepala Perpustakaan Enno Aulia Fitri menyampaikan bahwa perpustakaan bukanlah tempat yang membuat suntuk, tetapi tempat yang membuat siswa merasa nyaman dan senang. Harapannya, Sahabat Literasi dapat terus mengajak siswa untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman dan menyenangkan untuk membaca.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait