Proklamasi Tanpa Aksi Massa: Belajar dari Sinergi Ulama-Negara 1945
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas peringatan 17 Agustus 1945 yang tidak selesai tanpa aksi massa. Pasca proklamasi, Jakarta menguasai politik, namun tentara kolonial Belanda dan Sekutu menguasai wilayah fisik. Islam berperan sebagai ikatan universal melampaui etnisitas, melalui jaringan pondok pesantren yang menjadi basis pertahanan. Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (22 Oktober 1945) oleh K.H. Hasyim Asy'ari memobilisasi massa dengan legitimasi agama, menerjemahkan pertahanan negara menjadi fardhu 'ain bagi muslim. Hasilnya, perlawanan seperti Arek-Arek Surabaya dan Perang Sabil Ambarawa memaksa internasional mengakui Indonesia. Relevansi 1945: sinergi agama dan nasionalisme diperlukan untuk melawan ketimpangan ekonomi, korupsi, dan ancaman digital saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.00
Jadwal Lengkap Upacara HUT RI ke-81 di Istana Negara
Berita terkait
Akrab dan Penuh Tawa, Momen Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran di Istana Merdeka
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.12
FOTO: Kirab Bendera Pusaka Awali Peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.05
Presiden Prabowo Bacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 10.34
Presiden Prabowo pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 10.17