Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Proyek Jembatan Rusia-Korut Bikin Waswas Ukraina

Proyek jembatan perbatasan Rusia–Korea Utara, yang mencakup jalur kereta api persahabatan sejak 1959 dan jalur jalan raya paralel baru yang hampir selesai, telah memicu kekhawatiran di Kyiv. Kemitraan strategis yang ditandatangani oleh Vladimir Putin dan Kim Jong Un pada Juni 2024 mencakup kerja sama militer yang lebih erat, termasuk pengiriman senjata dan tentara Korea Utara untuk perang Rusia di Ukraina. Pejabat Rusia menggambarkan proyek ini sebagai penggerak perdagangan bilateral dan pertumbuhan ekonomi perbatasan, sementara satelit menunjukkan pembangunan gudang penyimpanan besar, fasilitas bea cukai, tempat parkir truk, dan landasan helikopter. Data resmi menunjukkan bahwa volume perdagangan bilateral hanya mencapai USD 34 juta pada tahun 2024, jauh di bawah biaya konstruksi jembatan yang diperkirakan mencapai USD 100 juta. Organisasi hak asasi manusia Ukraina, Truth Hounds, berpendapat bahwa pariwisata tidak mungkin berkembang karena akses yang sulit dan pembatasan perjalanan ke Korea Utara, dan menyimpulkan bahwa tujuan sebenarnya dari proyek ini adalah untuk memfasilitasi pergerakan pasukan dan senjata Korea Utara yang tidak terdeteksi. Menurut sumber yang tidak resmi, Korea Utara telah mengirim sekitar 14.000–15.000 tentara ke wilayah Kursk yang diduduki Ukraina, dan Presiden Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia dapat mengerahkan hingga 30.000 tentara tambahan dari Korea Utara, dengan risiko transfer teknologi nuklir dan ancaman yang lebih luas bagi wilayah Asia.

Berita terkait