PSSI sebut anggaran jadi tantangan terbesar pembinaan sepak bola putri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Sungkono Cahyani mengatakan bahwa tantangan utama dalam pembinaan sepak bola putri di Indonesia adalah kurangnya anggaran, bukan kurangnya minat pemain. Dukungan finansial yang cukup sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bakat pesepak bola putri yang antusiasmenya terus meningkat, terutama sejak prestasi tim nasional seperti juara AFF menunjukkan kemajuan.
Keterbatasan anggaran juga menjadi masalah bagi asosiasi provinsi yang harus mengelola berbagai kompetisi seperti Piala Soeratin dan Liga 4, sehingga sulit menyelenggarakan kompetisi putri di daerah. Namun, bantuan dari pihak swasta, seperti Yayasan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menjalankan program pembinaan usia dini, diharapkan dapat memberikan solusi dan berlanjut.
Vivin mengapresiasi program seperti MilkLife Soccer Challenge untuk U10-U12, Hydroplus Soccer League untuk U15-U18, dan Srikandi Merdeka Cup untuk U16 sebagai langkah positif dalam mengatasi tantangan yang sudah berlangsung lama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 20.57
PSSI Sebut Kualitas Pesepak Bola Putri Indonesia Berkembang Pesat
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 16.19
Caffino Srikandi Merdeka Cup Jadi Panggung Talenta Muda Sepak Bola Putri Indonesia
Berita terkait
Jawa Tengah Peringkat Kedua MTQ Nasional 2026, Terus Perkuat Pembinaan
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 08.17
Tujuh Tahun Bina Generasi Muda, Bharaduta Open Series 7 2026 Sukses Digelar di Jakarta
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 07.40
Yunus Nusi Jadi Komisaris Utama I.League Gantikan Zainudin Amali
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 08.23
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi di Srikandi Merdeka Cup
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.32