Puan Desak Aparat Usut Tuntas Kerusuhan Pejompongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333266/original/089985400_1787739934-DSC07846.jpg)
Ketua DPR Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, yang menyebabkan satu warga tewas. Puan menekankan agar proses hukum didukung bukti kuat dan tidak mengabaikan informasi terkait keterlibatan anggota organisasi tertentu dalam kericuhan. Ia juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib tanpa mengarah pada keributan atau kerusakan.
Bambang Setiawan (59), pedagang cermin di Jalan Pejompongan Raya, ditemukan tak sadarkan diri di tengah kerusuhan usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026). Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, namun dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi dan visum.
Keluarga korban, termasuk anaknya, Wisnu, sempat berusaha mencari keberadaan Bambang sejak malam hari hingga akhirnya menemukannya di RS Polri. Menurut keterangan saksi, Bambang diduga dikeroyok saat hendak mematikan lampu toko-nya. Pihak kepolisian telah bertemu dengan keluarga dan mengajukan permohonan autopsi, namun keluarga menolak dengan memberikan surat pernyataan.
Bagikan
Berita terkait
Ricuh 27 Agustus di Jakarta: Polisi Tangkap 322 Orang, 1 Tewas
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 07.20
Polisi Sebut 1 Orang Tewas di Pejompongan Terkait Ricuh 27 Agustus
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.36
Puan Pastikan DPR Siap Terima Aspirasi Masyarakat, Imbau Aksi Tertib
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 17.37
Puan Maharani Tegaskan DPR Siap Terima Aspirasi Massa Aksi pada 27 Agustus 2026
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 17.30