Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pulihkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mulai menyalurkan bantuan sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat pesisir terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi petambak, pembudi daya, nelayan, dan pengolah hasil perikanan agar dapat kembali menjalankan usaha. Penyaluran bantuan dilakukan di Aceh Utara dan Lhokseumawe, dengan penyerahan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8).

Bantuan yang diberikan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan, 57 unit kotak pendingin, serta benih dan pakan udang untuk pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe. Pemerintah juga menyerahkan 20 unit mesin kapal 30 PK, 155 unit alat penangkapan ikan, dan 171 unit dapur perebusan garam. Selain itu, delapan unit ekskavator disalurkan untuk rehabilitasi tambak di delapan kabupaten/kota, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bireuen.

Langkah ini merupakan bagian dari target pemerintah memulihkan sekitar 15.000 hektare tambak terdampak di Aceh. Direktur Prasarana dan Sarana Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, berharap bantuan memulihkan ekonomi pembudi daya dan mempercepat rehabilitasi saluran tambak. Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid mendorong pemanfaatan optimal alat berat. Perwakilan Satgas PRR Aceh dari Kemendagri, Imran, menekankan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah agar program tidak tumpang tindih dan aset bermanfaat berkelanjutan.

Berita terkait