Pulihkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mulai menyalurkan bantuan sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat pesisir terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi petambak, pembudi daya, nelayan, dan pengolah hasil perikanan agar dapat kembali menjalankan usaha. Penyaluran bantuan dilakukan di Aceh Utara dan Lhokseumawe, dengan penyerahan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8).
Bantuan yang diberikan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan, 57 unit kotak pendingin, serta benih dan pakan udang untuk pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe. Pemerintah juga menyerahkan 20 unit mesin kapal 30 PK, 155 unit alat penangkapan ikan, dan 171 unit dapur perebusan garam. Selain itu, delapan unit ekskavator disalurkan untuk rehabilitasi tambak di delapan kabupaten/kota, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bireuen.
Langkah ini merupakan bagian dari target pemerintah memulihkan sekitar 15.000 hektare tambak terdampak di Aceh. Direktur Prasarana dan Sarana Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, berharap bantuan memulihkan ekonomi pembudi daya dan mempercepat rehabilitasi saluran tambak. Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid mendorong pemanfaatan optimal alat berat. Perwakilan Satgas PRR Aceh dari Kemendagri, Imran, menekankan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah agar program tidak tumpang tindih dan aset bermanfaat berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Kemenag Alokasikan Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.04
Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 T
Detik.com · 12 September 2026 pukul 14.16
YPP Emtek Media Bergerak dari Aceh hingga NTT Bantu Penyintas Bencana
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 15.24
Rehabilitasi 95 Ha Sawah Rusak Berat di Pidie Akibat Bencana Ditargetkan Rampung 30 Hari
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 16.53