Putin perketat kerahasiaan data energi Rusia untuk hambat sanksi Barat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pada Senin (28/9) yang memketat kerahasiaan data energi domestik Rusia. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak sanksi Barat yang diterapkan Amerika Serikat dan negara sekutu. Dekrit tersebut membatasi pengungkapan informasi mengenai volume produksi kilang minyak, nama dan kuantitas produk energi yang diekspor, identitas pembeli serta rute transportasi dan fasilitas penyimpanan. Data statistik pabean agregat dan rencana volume penjualan juga diklasifikasikan sebagai informasi sensitif. Pengaksesan data hanya boleh dengan persetujuan pemilik atau instansi pemerintah dalam wewenangnya. Pemerintah diberi waktu 10 hari untuk menetapkan kode produk yang tercakup dan menyusun aturan pemrosesan data otomatis.
Bagikan
Berita terkait
Tekanan Timur Tengah Makin Panas, Harga Minyak Dunia Naik Lagi ke USD105 per Barel
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 11.18
Putin: Kemenangan Akan Jadi Milik Kita
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 03.30
Harga Minyak Dunia Kompak Menguat Usai Donald Trump Tolak Proposal Perdamaian
JawaPos · 28 September 2026 pukul 08.00
Putin Sangkal Rusia Siapkan Perang Melawan Eropa: 'Ini Benar-benar Omong Kosong!'
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 05.48