Qodari: KRI Sriwijaya-100 Tak Hanya untuk Pertahanan, Tapi Juga Tangani Bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KRI Sriwijaya-100 adalah kapal induk pertama Indonesia yang resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut. Kapal ini hadir untuk memperkuat kemampuan pertahanan khususnya di bidang pertahanan laut. Namun, KRI Sriwijaya-100 tidak hanya digunakan untuk keperluan militer. Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet Terbatas mengarahkan agar kapal ini dimodifikasi agar dapat mendukung operasi helikopter dan drone. Menurut Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, kemampuan ini diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khusunya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Dengan modifikasi ini, KRI Sriwijaya-100 diharapkan dapat berperan lebih luas dalam situasi darurat dan kegiatan kemanusiaan. Penggunaan kapal induk untuk penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan menunjukkan komitmen pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya militer secara optimal demi kesejahteraan rakyat.
Bagikan
- kri sriwijaya-100
- tni angkatan laut
- penanggulangan bencana
- operasi militer selain perang
- modifikasi kapal
Berita terkait
Resmikan KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI: Perkuat Pertahanan Maritim
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 18.07
Kepala BNPB Prioritaskan Pencarian Korban Galodo Solok
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.15
Gibran Tinjau Banjir Bandang Solok: Prioritas Sekarang, Akses Utama Harus Pulih
kumparan · 25 September 2026 pukul 14.09
Prabowo Terima Perwakilan AL Italia Antar Kapal Induk Pertama Indonesia
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 17.57