Rahasia Komit Interbintang 3I/ATLAS: Terbentuk di Wilayah Paling Gelap dan Dingin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komet antarbintang 3I/ATLAS berhasil dianalisis partikel bermuatan (ion) pada ekornya untuk pertama kalinya dalam sejarah astronomi. Analisis menggunakan Teleskop William Herschel dan instrumen WEAVE di Kepulauan Kanari, Spanyol, mengidentifikasi ion nitrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida. Kandungan nitrogen tinggi menunjukkan komet ini terbentuk di wilayah paling gelap dan dingin, yakni lebih dingin dari -240°C di luar sistem tata surya. Rasio nitrogen terhadap karbon monoksida jauh melampaui mayoritas komet lokal, memberikan kesemparan langka untuk mempelajari material dari lingkungan berbeda. JUICE ESA juga mengungkapkan komet ini memuntahkan 2.000 kg uap air per detik dan berukuran 440 meter hingga 5,6 kilometer.
Bagikan
Berita terkait
Viral Bulan Bintang Hiasi Langit RI Semalam, Ini Penjelasan Astronom
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 11.05
Jangan Lewatkan! Senja Ini Venus Berdampingan Anggun dengan Bulan Sabit
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.30
NASA Ajak Publik Bantu Bersihkan Data Teleskop Luar Angkasa via Artifact Inspector
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.15
Menakjubkan! Terbitnya Komet C/2020 F3 NEOWISE di Atas Laut Adriatik
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.30