Ramai Kabar Amunisi AS Menipis Gegara Perang Iran, Trump Bilang Gini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasokan amunisi Amerika Serikat dilaporkan menipis hingga ke tingkat yang "mengkhawatirkan" akibat perang melawan Iran, menurut pengakuan para komandan senior militer AS dan laporan media. CNN menyebutkan bahwa sejak perang dimulai pada akhir Februari, militer AS telah menggunakan hampir 80 persen rudal pencegat dan sekitar separuh rudal Patriot, sementara cadangan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) juga mengalami kekurangan yang sebelumnya tidak dilaporkan. Sebelum konflik, AS diperkirakan memiliki sekitar 2.200 unit rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD. Negara-negara Teluk yang bergantung pada sistem pertahanan udara AS memperingatkan bahwa kekurangan ini dapat melemahkan kemampuan mereka dalam mencegat rudal dan drone Iran, terutama jika mereka menghadapi serangan balasan. Reuters menambahkan bahwa AS telah menggunakan "hampir semua" rudal jarak jauh presisi tinggi seperti Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM) selama perang lima bulan. Hal ini dapat memaksa AS untuk lebih mengandalkan misi pengeboman berawak yang lebih berisiko jika serangan besar-besaran terhadap Iran dilanjutkan. Presiden Donald Trump membantah laporan tersebut, menegaskan bahwa AS memiliki "jauh lebih banyak amunisi dibandingkan pihak mana pun di dunia" dan bahwa produksi sedang ditingkatkan ke tingkat rekor.
Bagikan
Berita terkait
Setelah Mekkah, Riyadh Jadi Target Serangan Drone Pertama Houthi
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 14.40
Anak Kali Krukut Ditata, Pramono: Tidak Ada Penggusuran
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.00
Kapolri: Mahasiswa UMSU Menjadi Kekuatan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
kumparan · 28 September 2026 pukul 14.00
Pemkab Purwakarta & Rumah Energi Sukseskan Program PW4JET di Cirata
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 13.58