Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Refleksi 50 Tahun Bahlil Lahadalia: Lompatan yang Lampaui Ketidakmungkinan

Artikel ini merupakan refleksi atas 50 tahun perjalanan hidup Bahlil Lahadalia. Ia lahir pada 7 Agustus 1976 di Banda, Maluku Tengah, dan dibesarkan dalam keterbatasan di Papua. Sebelum terjun ke politik, Bahlil sempat menjadi penjual kue, loper koran, hingga sopir angkot di Fakfak. Artikel menggambarkan kariernya sebagai bentuk mobilitas sosial yang ekstrem, dari anak daerah tanpa latar belakang bangsawan, militer, atau akademisi, hingga mampu menembus panggung politik nasional. Jalur utamanya adalah organisasi, yakni melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan posisi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).\n\nBahlil kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Artikel menyebut gaya kepemimpinannya sebagai eksekusionisme politik, yang pragmatis, berorientasi hasil, dan berani memotong hambatan birokrasi. Prioritas kebijakannya meliputi hilirisasi industri, kedaulatan energi, serta pemerataan ekonomi bagi daerah-daerah di luar Jawa. Artikel menilai keberhasilannya membuktikan bahwa anak daerah dapat menjadi penentu arah kebijakan nasional melalui jaringan organisasi, kemampuan negosiasi, loyalitas politik, dan visi keberpihakan pada daerah. Tulisan ini ditutup dengan ucapan selamat milad kepada Bahlil, ditulis oleh Wakil Ketua Umum PP AMPG, Ilham Akbar Mustafa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait