Reshuffle 1 Oktober Bernuansa Sterilisasi Rezim Prabowo dari Loyalis Jokowi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2024 dengan mengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan Pratikno sebagai Menko PMK. Direktur IPO Dedi Kurnia Syah menilai langkah ini sekilas menunjukkan upaya pembersihan loyalis Jokowi dari kabinet. Namun, karena Sigit tetap berada di lingkaran Istana sebagai Sekretaris Kementerian Pengawasan (KSP), hal ini menunjukkan keraguan Prabowo untuk melakukan pembersihan secara penuh. Dedi menyatakan penempatan Sigit di KSP bersifat strategis untuk mengurangi pengaruhnya tanpa menyingkirkannya secara politik, mengingat posisi KSP tidak berpengaruh signifikan terhadap presiden atau kondisi politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 09.22
Listyo dan Bahlil Dikasih Posisi Empuk, Pengamat sebut Reshuffle Justru Memperkuat Geng Solo di Kabinet Prabowo
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.20
Usai Reshuffle Terbaru, Said Didu Sebut Masih Ada 6 'Pilar Jokowi' Bertahan di Lingkaran Kekuasaan
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.49
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Dari Pengkritik Kini Masuk Lingkar Istana
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.29
Peneliti Akui Representasi Orang Jokowi Berkurang di Kabinet Prabowo, tapi Bukan Pembersihan Total
Berita terkait
Bersih-Bersih Geng Solo di Kabinet Prabowo? Efriza Punya Istilah Lain
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.38
Jangan Hanya Mengganti Orang, Reshuffle Kabinet Perlu Menjawab Persoalan Riil
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
Perombakan Kabinet Dinilai Belum Cukup Buktikan Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.32
Listyo Sigit Jadi KSP, Efriza Bongkar Sinyal Politik Prabowo Soal Jokowi
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.40