Respons PDIP Ditinggal Jauh Gerindra di Survei Poltracking
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elektabilitas PDIP mengalami penurunan signifikan dalam survei terbaru yang dilakukan lembaga Poltracking pada 23 September 2020. Dalam survei terseju, Gerindra menduduki posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 23,2 persen, sementara PDIP berada di peringkat kedua dengan hanya 11,6 persen. Selisih keduanya mencapai lebih dari 11 poin persentase. Survei ini melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi selama periode 14-20 September 2020. Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyatakan tidak kaget dengan hasil survei ini dan menilainya sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar. Ia menekankan pentingnya terus berjuang dan tidak lengah demi menghadapi dinamika yang terus berubah. Sebelumnya, selisih elektabilitas antara Gerindra dan PDIP masih lebih dekat, namun kini berbeda secara signifikan. Di posisi ketiga terdapat Golkar dengan 10,4 persen, diikuti PKB (6,2 persen), Demokrat (6,1 persen), dan NasDem (4,4 persen). Partai-partai lain seperti PAN, PKS, PSI, dan PPP berada di bawah 4 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 14.12
Survei Poltracking: Gerindra Tertinggi, Elektabilitas PAN, PKS, & PSI Tak Sampai 4%
Detik.com · 23 September 2026 pukul 13.53
Survei Poltracking: Elektabilitas Partai Gerindra 23,2%, PDIP 11,6%, Golkar 10,4%
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.40
Survei Poltracking: Elektabilitas Partai Gerindra 23,2%, PDIP 11,6%
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.30
PDIP Turun, Gerindra Melesat, Dian Sandi Malah Bingung PSI yang Diserang
Berita terkait
Gerindra Buka Kans Jalan Bareng PDIP di 2029 Usai Prabowo Puji Pramono
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.56
Soal Ambang Batas Parlemen, Said Abdullah: Usulan Resmi PDIP 6 Persen
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 19.42
Posisi Kedua di Survei Poltracking, PDIP: Nggak Usah Kaget Kita
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.42
Duet Prabowo-Megawati Kembali pada 2029? Adi Prayitno Sebut Ini Bukan Soal Jokowi
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 14.50