Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

RI Akan Sulit Kembangkan LTJ, Beberapa Negara Sudah Kunci Teknologinya

Badan Industri Mineral (BIM) mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi kesulitan dalam mengembangkan teknologi pemisahan Logam Tanah Jarang (LTJ) karena kompleksitas proses pemisahan 17 unsur LTJ yang berada dalam satu golongan tabel periodik yang sama. Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menjelaskan bahwa beberapa negara telah mengamankan atau membatasi akses terhadap teknologi pemisahan, sistem rantai pasok, dan bahan kimia yang diperlukan dalam proses tersebut. Hal ini membuat pengembangan teknologi LTJ menjadi semakin rumit bagi Indonesia.

Persaingan global sektor LTJ kini beralih dari kepemilikan cadangan mineral ke penguasaan teknologi dan rantai pasokan. Lonjakan kebutuhan mineral untuk energi bersih, seperti mobil listrik yang meningkat 6 kali lipat dan pembangkit listrik tenaga angin darat yang naik 9 kali lipat dibandingkan pembangkit gas, semakin memperkuat pentingnya kontrol atas teknologi LTJ.

Untuk menghimpun gap ini, BIM berfokus pada percepatan riset dan kolaborasi antara perguruan tinggi, BRIN, dan industri. Upaya ini mencakup peningkatan skala dari uji laboratorium hingga produksi komersial. Indonesia bertekad untuk tidak hanya menjadi penyedia bahan mentah, tetapi juga meraih kedaulatan teknologi dan menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global LTJ.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait