Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Bidik Jadi Basis Produksi Mobil ASEAN, Purbaya Buka Karpet Merah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mempertahankan insentif kendaraan listrik (EV) untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat industri otomotif dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan meluncurkan paket stimulus EV baru, yang mencakup dukungan bagi sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah untuk mobil listrik. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar EV di Indonesia meningkat hampir 15 kali lipat, mencerminkan tren positif yang kuat. Pemerintah tidak hanya mendorong adopsi EV tetapi juga bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui transisi ke kendaraan rendah emisi. Upaya ini bertujuan untuk menarik investasi baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kandungan lokal, dan meningkatkan daya saing manufaktur nasional. Selain insentif fiskal, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi guna mempercepat proses investasi, seperti yang terlihat pada investasi Hyundai Korea yang direalisasikan dalam waktu sekitar empat bulan berkat koordinasi lintas kementerian.

Industri otomotif saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 2,6 juta kendaraan per tahun, serta memiliki efek berganda yang signifikan pada sektor baja, elektronik, kimia, logistik, dan jasa keuangan. Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan industri ini sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerukan inovasi untuk menjaga daya saing global Indonesia, dengan tujuan menjadikan negara tersebut sebagai basis produksi regional untuk produsen mobil dan pusat ekspor.

Berita terkait