Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Dikepung Mobil China, Bos Daihatsu Ungkap Hal Tak Terduga

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tidak menganggap kehadiran merek otomotif asal China sebagai ancaman, melainkan sebagai sinyal positif bagi perkembangan industri otomotif nasional. Marketing Director & Corporate Function Director Rokky Irvayandi menjelaskan bahwa Daihatsu tetap fokus pada segmen first car buyer, yaitu konsumen yang membeli mobil pertama dan sekitar 90% di antaranya berasal dari pengguna sepeda motor yang ingin naik kelas. Segmen ini dianggap memiliki potensi besar karena kebutuhan akan kemudahan kepemilikan kendaraan yang mudah dijangkau, mulai dari proses pembelian hingga penjualan kembali.

Strategi Daihatsu tidak hanya mengedepankan produk, tetapi juga membangun ekosistem kepemilikan kendaraan yang lengkap. Faktor-faktor seperti harga terjangkau, jaringan penjualan yang mudah ditemukan, pilihan pembiayaan fleksibel, produk yang tangguh dan efisien, bengkel yang mudah dijangkau, suku cadang yang gampang didapat dengan harga terjangkau, hingga nilai jual kembali yang baik menjadi pertimbangan penting bagi konsumen baru. Daihatsu dikenal memiliki nilai jual kembali yang masih baik, sehingga memudahkan konsumen ketika ingin naik ke segmen kendaraan berikutnya.

Di sisi lain, penjualan Rocky Hybrid mulai diterima pasar dengan baik. Sejak pertama kali diperkenalkan, Rocky Hybrid sudah membukukan sekitar 800 SPK, meskipun ketersediaan unit masih terbatas karena model ini masih berstatus CBU ( Completely Built Up) dan harus dipesan dengan inden sekitar satu bulan. Meski persaingan di segmen hybrid semakin ketat dengan kehadiran merek asal China yang menawarkan harga kompetitif, Daihatsu tetap mengandalkan pendekatan yang menggabungkan produk dengan layanan kepemilikan sebagai pembeda di pasar.

Berita terkait