RI Jadi Negara ASEAN ke-2 yang Punya Kapal Induk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menjadi negara ASEAN kedua yang memiliki kapal induk setelah menerima kapal bekas kapal perang Italia, KRI Sriwijaya, pada 18 September 2026. Kapal berlapisan ini, yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi, diperkirakan bisa beroperasi selama 15-20 tahun. Dengan kapasitas 13.800 ton, panjang 180 meter, dan kecepatan hingga 30 knot, kapal ini mampu menampung 14 helikopter serta dilengkapi sistem pendaratan vertikal. KRI Sriwijaya akan digunakan untuk operasi militer non-perang, misi tempur jika diperlukan, serta mendukung respons bencana seperti kebakaran hutan dan lahan gambut. Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan merenovasi kapal untuk mendukung helikopter dan drone. Italia memberikan kapal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan pertahanan, sekaligus menghemat biaya penonaktifan. Thailand sebelumnya menjadi negara ASEAN pertama dengan kapal induk, HTMS Chakri Naruebet, yang diresmikan pada 1997.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 18.27
Italia akan Kerahkan Angkatan Laut untuk Lindungi Pelayaran Lintasi Selat Bab al-Mandab
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 13.21
TNI AL Kaji Satuan Baru untuk Kapal Induk KRI Sriwijaya
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 11.40
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Jadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026
Berita terkait
Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 08.27
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI dari Italia
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.00
Spesifikasi Kapal Induk Garibaldi, Raksasa Laut Milik Indonesia
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 06.00
Penampakan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi saat Tiba di Indonesia, Besok Bersandar di Jakarta
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 17.35