RI Kecam Keras Israel Serang Gaza Lagi: Sengaja Hambat Peace Plan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mengecam serangan militer terbaru Israel di Gaza, menyebutnya sebagai tindakan yang sengaja menghambat rencana perdamaian setelah adanya kesepakatan tentang pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil melanggar hukum internasional dan menghalangi implementasi rencana perdamaian untuk Gaza. Rencana perdamaian, diumumkan oleh Dewan Perdamaian (inisiatif Trump) pada 31 Juli, mencakup peta jalan untuk keamanan, administrasi, dan transisi di Jalur Gaza, termasuk pengumpulan senjata berat Hamas tanpa keterlibatan Israel dan penarikan pasukan Israel secara bertahap. Indonesia menyambut baik penerimaan peta jalan tersebut oleh Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya, yang sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Kemlu menyerukan perlindungan penuh terhadap warga sipil, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan, serta penyaluran bantuan yang aman dan tanpa hambatan. Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara yang kredibel sesuai dengan resolusi PBB yang relevan. Meski demikian, Israel terus melancarkan serangan; serangan terbaru menewaskan setidaknya 13 orang, termasuk anak-anak. IDF mengatakan mereka menargetkan militan dan membunuh dua anggota Hamas. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak rencana tersebut, menyatakan Israel tidak akan menghentikan serangan atau menarik pasukan dari Gaza, dengan alasan bahwa Hamas sedang membangun kembali kemampuan militernya.
Bagikan
Berita terkait
Putri Kusuma Wardani Siap Jalani Laga Perdana Kejuaraan Dunia 2026
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.00
10 Mobil Hybrid Terlaris Juli 2026: Dominasi Toyota dan Kebangkitan SUV Ringkas
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.47
Satlap Tri Cakti Timah Diduga Hadang Polisi, IPW Desak TNI Bertindak
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.45
Penipuan Kuras Rp9,1 T Saldo Warga RI, Setiap Hari 1.000 Orang Melapor
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.30