Riak Di Muktamar: Banyak Orang Tiba-tiba Jadi Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar NU ke-35 di Tambak Beras, Jombang menyampaikan dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU Gus Kikin Tebuireng melalui mekanisme AHWA. Fenomena ini memicu kecaman dari anggota NU yang tidak paham sejarah, termasuk para ahli yang mendadak jadi kritikus. Penulis menegaskan keributan di muktamar adalah hal biasa sejak zaman awal NU, seperti di Muktamar 1999 Lirboyo dan 2004 Solo. Sejarah menunjukkan perpecahan internal selalu terjadi, namun NU tetap bertahan. PBKU ditegakkan dengan larangan rangkap jabatan politik bagi Rais Aam dan Ketua Umum. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran NU dalam kemerdekaan Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.55
Resmi Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 12.23
Puan Ucapkan Selamat untuk Ketum PBNU Gus Kikin
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 06.15
Ahli Uang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.07
Miftachul-Gus Kikin Pimpin PBNU, Muzani Bersyukur Muktamar Penuh Keakraban
Berita terkait
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 di Muktamar NU Jombang
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 08.23
Ucapkan Selamat kepada Gus Kikin, Gus Falah: Semoga NU Semakin Maju dan Solid
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.46
Prabowo Puji Muktamar ke-35 NU Berjalan Damai
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.32
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Terpilih Jadi Ketum PBNU
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.01