Rumor 62 Persen Saham BYAN Dinilai Jadi Alarm Integritas Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesian Audit Watch (IAW) menyatakan bahwa rumor pengambilalihan sekitar 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak dapat langsung dijadikan bukti adanya transaksi. Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menjelaskan bahwa angka 62 persen berada dalam kisaran kepemilikan Low Tuck Kwong (40,2 persen) dan Elaine Low (22 persen), namun kesamaan angka tersebut belum memastikan terjadinya perubahan pengendalian. Iskandar menekankan bahwa data kepemilikan, rumor, atau negosiasi tidak sama dengan transaksi yang telah terjadi.
Menurut Iskandar, jika memang terdapat proses menuju perubahan pengendalian, regulator perlu menelusuri aspek-aspek seperti transaksi saham, struktur kepemilikan, beneficial ownership, sumber pembiayaan, dan pihak yang akan mengendalikan perusahaan. Pemeriksaan terhadap aktivitas perdagangan saham tidak serta-merta berarti terjadi pelanggaran, melainkan diperlukan untuk memastikan apakah rumor memiliki korelasi dengan aktivitas perdagangan tidak wajar.
IAW juga menyoroti kemungkinan penggunaan Special Purpose Vehicle (SPV) dalam transaksi, namun menegaskan bahwa pentingnya adalah transparansi terhadap ultimate beneficial owner. Sumber pembiayaan transaksi, seperti dana internal, pinjaman perbankan, atau konsorsium, juga perlu dijelaskan. Iskandar menegaskan bahwa perubahan pengendalian pada perusahaan terbuka harus mematuhi ketentuan terbuka dan melindungi kepentingan pemegang saham publik. IAW tidak berada dalam posisi menyatakan BYAN telah diambil alih, melainkan menunggu bukti yang konkret.
Bagikan
Berita terkait
BYAN Tak Tahu Ada Rencana Haji Isam Ambil Alih 62,2% Saham, Ini Penjelasannya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 06.15
Heboh BYAN Mau Diakuisisi Haji Issam, Ini Penjelasan Lengkap Manajemen
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 20.00
PGUN Bantah Isu Akuisisi BYAN, Tegaskan Belum Ada Rencana
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.51
Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.15