Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.547 imbas Lonjakan Harga Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah ditutup melemah ke Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan sore Kamis (10/9/2026), turun 36 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.511. Tekanan ini dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah global yang meningkatkan beban impor dan risiko fiskal pemerintah. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi rupiah akan tetap melemah di kisaran Rp17.540-Rp17.590 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Menurutnya, kenaikan harga minyak akan memperbesar alokasi anggaran subsidi energi seperti BBM dan LPG, sekaligus meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor. Jika penerimaan negara tidak mampu menyeimbangkan pengeluaran, risiko pelebaran defisit anggaran menjadi lebih besar. Pemerintah masih mengandalkan bantal fiskal dari windfall profit ekspor komoditas, namun ketidakpastian pasar global menuntut kewaspadaan tinggi. Di sisi lain, sentimen konsumen Agustus yang kuat dan cadangan devisa yang tumbuh menjadi 146,5 miliar dolar AS memberikan dukungan terhadap rupiah. Namun, Ibrahim menyoroti bahwa peningkatan konsumsi belum diikuti oleh kenaikan pendapatan, sehingga banyak masyarakat terpaksa menguras tabungan untuk berbelanja.
Bagikan
Berita terkait
Dito Ariotedjo: Tak Ada Yaqut Qoumas dalam Pembicaraan Awal Tambahan Kuota Haji dengan Arab Saudi
JawaPos · 10 September 2026 pukul 17.15
Pria di Sumut Minum Tuak lalu Rampok-Sekap Dokter, Uang Rp 12 Juta Raib
kumparan · 10 September 2026 pukul 17.14
Anak Mantan Presiden Ditangkap, Terseret Kasus Korupsi
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.10
Kuasa Hukum Gus Alex Minta Hakim Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji
kumparan · 10 September 2026 pukul 17.09