Rusia Kembangkan Nanopartikel Penghantar Panas untuk Bakar Sel Kanker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Nasional Rusia (NUST MISIS) berhasil mengembangkan nanopartikel magnetik yang dapat mengatur suhu secara mandiri untuk digunakan dalam terapi hipertermia kanker. Nanopartikel ini dirancang agar dapat membakar sel kanker dengan suhu yang terkontrol, sehingga tidak merusak jaringan sehat di sekitarnya. Suhu operasional nanopartikel berada dalam rentang terapeutik yaitu 42 hingga 52 derajat Celsius, yang sesuai untuk menargetkan sel tumor secara lokal.
Hipertermia magnetik merupakan pendekatan yang sedang berkembang dalam pengobatan kanker, namun salah satu tantangannya adalah risiko pemanasan tidak terkontrol yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan sehat. Dengan kemampuan nanopartikel ini untuk mengatur suhu secara otomatis, diharapkan risiko tersebut dapat diminimalkan. Material yang sedang diteliti meliputi nanopartikel oksida besi, ferit spinel, partikel magnetik logam, dan material magnetik lainnya yang dapat menyesuaikan diri.
Pengembangan ini menunjukkan potensi terapi berbasis nanopartikel untuk pengobatan kanker yang lebih akurat dan aman di masa depan, dengan mengurangi efek samping pada jaringan yang tidak terinfeksi.
Bagikan
Berita terkait
Studi: Gula Darah Tinggi Bantu Sel Kanker Bersembunyi dari Sistem Imun
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.47
Fadli Zon Setor Usulan Nama Penerima Tanda Jasa ke Prabowo
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 22.41
Rosan & Trenggono Menghadap Prabowo di Hambalang, Lapor soal Kampung Nelayan
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40
Bobby Siapkan Fasilitas untuk Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung: Warga yang Utama
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40