Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Sambut Musim Hujan, Pemulihan Sawah di Kota Subulussalam Dipercepat

Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Subulussalam, Aceh, menunjukkan perkembangan positif dengan 12 dari 13 indikator pemulihan berstatus hijau. Persawahan menjadi satu-satunya indikator kuning sehingga penyelesaian perencanaan dan dimulainya pekerjaan fisik perlu dipercepat sebelum musim hujan yang diprediksi pada Oktober. Pada sektor persawahan, sasaran awal optimasi lahan mencapai 74 hektare, namun setelah survei dan investigasi, lahan yang disetujui untuk ditangani hanya sekitar 23 hektare. Hingga akhir Agustus, konstruksi, pengolahan lahan, dan penanaman belum dimulai karena rencana kegiatan masih dalam kajian.

Pemerintah kota menerima Transfer ke Daerah sebesar Rp85,61 miliar dengan realisasi Rp8,54 miliar atau 9,98 persen per 31 Agustus 2026. Pemutakhiran data pada 2 September mencatat realisasi meningkat menjadi 11,64 persen, tertinggi di Aceh yang rata-rata masih 4,73 persen. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah target Pemerintah Kota Subulussalam sebesar 30 persen pada 30 September. Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan belum mencatatkan realisasi, sementara Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan memegang alokasi terbesar sebesar Rp46,87 miliar.

Hasil peninjauan juga menemukan Balai Benih Ikan di Kecamatan Simpang Kiri mengalami kerusakan kolam dan penurunan pasokan air, belum termasuk dalam rencana induk pemulihan Kementerian Kelautan dan Perikanan. SDN Jabi-Jabi hanya memiliki tiga ruangan yang dapat digunakan, sementara sejumlah kelas masih tertutup lumpur. Mitigasi banjir Sungai Lae Soraya menjadi agenda jangka panjang karena luapan sungai setiap Oktober hingga Desember.

Berita terkait