Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Sanksi AS Bisa Bikin Industri Penerbangan Iran Lumpuh?

Sanksi Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan pada awal September 2024 semakin mengisolasi sektor penerbangan Iran dari jaringan global. Langkah ini, bagian dari kebijakan AS yang disebut "economic outcast", menargetkan maskapai Iran serta perusahaan terkait seperti penyedia layanan bandara, penjual tiket, dan dukungan operasional. Akibatnya, banyak bandara di luar Iran menilai risiko tinggi dalam melayani penerbangan Iran, sehingga rute ke Baghdad, Muskat, Azerbaijan, Georgia, dan Turkmenistan dibatalkan atau ditolak. Pada 24 September, Turkmenistan menolak izin penerbangan Iran ke Dushanbe, memaksa pesawat kembali ke Teheran.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada penumpang, tetapi juga pada sektor kargo udara yang krusial untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis, dan komponen industri. Sanksi ini juga mencabut lisensi umum AS "J-1" yang sebelumnya memungkinkan pemberhentian sementara pesawat non-Iran di Iran. Banyak penumpang kini dipaksa beralih ke jalur darat yang padat dan mahal, terutama bagi keluarga, lansia, dan pasien yang membutuhkan perawatan medis.

Meski dampaknya langsung terasa pada konektivitas, analis menilai dampaknya terhadap PDB Iran relatif kecil karena sektor penerbangannya sudah terbatas sebelumnya. Namun, kombinasi sanksi udara dan tekanan perdagangan laut semakin mempersempit akses Iran ke jaringan internasional, memaksa negara tersebut bergantung pada rute darat dan perdagangan tidak langsung lewat negara tetangga.

Berita terkait