Sarasehan MPR RI Kupas Identitas Budaya Sumbawa di Tengah Perubahan Zaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sarasehan Kebudayaan MPR RI dengan tema 'Budaya dan Identitas Tau Samawa' membahas pembentukan dan pelestarian identitas masyarakat Sumbawa di tengah perubahan zaman. Kegiatan ini difasilitasi Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, dengan narasumber budayawan Iqbal Sanggo dan akademisi Rusli Cahyadi. Johan menyatakan MPR RI memandang kebudayaan sebagai bagian penguatan karakter bangsa, sehingga dialog kebudayaan perlu dilanjutkan untuk mendokumentasikan dan mewariskan nilai-nilai lokal.
Rusli menjelaskan identitas Tau Samawa bukan statis, melainkan proses sosial yang terbangun melalui keterlibatan dalam komunitas. Merujuk penelitian antropolog Peter R. Goethals, terdapat dua belas indikator seperti hubungan kekerabatan, kepemilikan tanah, dan partisipasi dalam kegiatan adat. Konsep lokal 'Satama Djiwa dalam Karang Nyenan' menggambarkan penerimaan seseorang melalui pengabdian dan pengakuan sosial.
Iqbal menekankan kebudayaan Tau Samawa sebagai sumber inspirasi masa depan, dengan nilai gotong royong, penghormatan adat, dan solidaritas sosial yang relevan menghadapi globalisasi. Sarasehan diikuti 150 peserta dari tokoh masyarakat, akademisi, dan pegiat budaya, diharapkan mendorong kajian lanjutan identitas budaya Sumbawa sebagai bagian kekayaan nasional.
Bagikan
Berita terkait
Plt Sekjen MPR Ajak Semua Pihak Isi Kemerdekaan RI Lewat Kontribusi Nyata
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.11
HUT ke-81 RI, Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Jadi Perekat Keberagaman
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 14.00
Makna Filosofis Busana Presiden Prabowo Subianto di HUT Ke-81 RI
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.43
Rangkaian HUT ke-81 RI, Menteri Kebudayaan Ingin Cultural Fair Day Digelar Tiap Bulan, Buka Ruang bagi UMKM Budaya
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 19.30