Sasar Kasus Katarak di Jakut, RS Pluit Gandeng SMEC Buka Layanan Mata Unggulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rumah Sakit Pluit bekerja sama dengan Sabang Merauke Eye Center (SMEC) Group untuk mengembangkan layanan mata unggulan di Jakarta Utara, menjawab minimnya fasilitas kesehatan mata skala besar di wilayah tersebut. Kemitraan ini bertujuan menekan angka kebutaan akibat katarak, yang paling sering ditemui pada pasien di atas 40 tahun di RS Pluit. Sebagai langkah awal, RS Pluit menggelar pemeriksaan mata gratis untuk 30 orang dan satu operasi katarak gratis selama tiga hari. Direktur Jantini menyatakan kesempatan besar untuk menjadikan poli mata sebagai pusat rujukan terdepan di kawasan.
Dokter spesialis mata Alexander menjelaskan bahwa iklim Indonesia dengan paparan sinar UV tinggi meningkatkan risiko katarak, namun kesadaran masyarakat untuk operasi sejak dini masih rendah. Operasi katarak standar biasanya selesai dalam 10-15 menit dengan rasa sakit minimal. Alexander juga mengingatkan pentingnya melindungi mata saat berkendara dan membatasi screen time anak-anak.
Project Manager SMEC Mariana memastikan layanan yang ditawarkan mencakup pemeriksaan lengkap seperti OCT, foto fundus, hingga operasi katarak dan laser. Meski tidak bekerja sama dengan BPJS, tarif operasi katarak kompetitif mulai dari Rp7 juta hingga Rp35,5 juta, didukung jaringan asuransi swasta. Kolaborasi dengan rumah sakit yang sudah ada dianggap cara tercepat untuk memeratakan layanan mata tepercaya di seluruh Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Kenali Gejala Glaukoma, dari Mata Merah hingga Penglihatan Kabur
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 18.45
Bahaya Mata Merah: Waspadai Risiko Infeksi Berat hingga Glaukoma
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 16.00
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diharapkan Mengurai Kemacetan Jakarta Utara
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.42
Empat Pemuda Diduga Gangster Serang Pria Nongkrong di Jakut
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 23.01