Satgas PRR Perkuat Koordinasi Tangani Bencana Susulan di Sumatera
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi penanganan banjir dan longsor susulan di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian, bencana susulan menyebabkan kerusakan berulang pada infrastruktur yang sudah diperbaiki, termasuk jalan dan sungai yang terendam banjir bandang. Hal ini menghambat akses masyarakat ke layanan dasar dan kebutuhan pokok.
Dalam rapat koordinasi di Posko Nasional, Tito menyoroti kasus banjir bandang di Aceh Tenggara dan Kabupaten Solok, serta banjir susulan di Tapanuli Tengah dan Pidie Jaya. Akses jalan dari Bireuen ke Gayo Lues juga kembali rusak akibat longsor setelah dibuka kembali. Untuk menangani dampaknya, Satgas PRR bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Upaya meliputi pembukaan jalan menuju Kota Padang dan dukungan sosial yang akan dikoordinasikan dengan Menteri Sosial.
Tito juga menekankan pentingnya penanganan sedimentasi sungai agar tidak menyumbat aliran air dan mengurangi risiko banjir. Selain itu, 97 titik sekolah perlu dilokasikan kembali karena lahannya hilang atau berada di kawasan rawan. Satgas PRR akan mengkoordinasikan pengadaan tanah dengan pemerintah daerah dan memperbaiki akses jalan menuju sekolah agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
Bagikan
Berita terkait
4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Gelar Pembelajaran
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.34
Lanjut Pemulihan Sumatra, Satgas PRR Pantau Penanganan Tiap Pekan
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.17
Kasatgas Tito Pastikan 4.922 Sekolah Pascabencana di Sumatera Kembali Beroperasi
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.43
Sempat Terputus Banjir Bandang, Ruas Jalan Padang-Solok Sudah Dapat Dilalui
Detik.com · 22 September 2026 pukul 19.34