Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sawit Diproyeksikan Penuhi 60% Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

Kelapa sawit diproyeksikan menyumbang sekitar 60 persen dari kebutuhan minyak nabati dunia pada 2050. Indonesia sebagai produsen terbesar berpotensi menjadi pemasok kunci akibat pertumbuhan konsumsi global yang terus meningkat. Menurut Tungkot Sipayung dari PASPI, kebutuhan minyak nabati dunia pada 2050 diperkirakan mencapai 300 juta ton, naik dari 215,6 jiliun ton pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh proyeksi populasi dunia yang akan melebihi 10 miliar orang, sekaligus peningkatan penggunaan minyak nabati tidak hanya untuk pangan tetapi juga biomaterial, pengganti petrokimia, dan energi alternatif.

Proyeksi ini menempatkan kelapa sawit sebagai sumber minyak nabati paling efisien secara lahan. Meski hanya menggunakan sekitar 29 juta hektare, sawit mampu memberikan kontribusi 41,4 persen terhadap produksi minyak nabati utama dunia. Produktivitasnya mencapai delapan hingga 10 kali lipat dibandingkan tanaman minyak lain seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari yang produktivitasnya terbatas oleh luas lahan dan hasil per hektare yang rendah.

Keterbatasan lahan untuk tanaman minyak alternatif diproyeksikan memperlemah kemampuan mereka memenuhi kebutuhan global. Kedelai mendominasi dengan 143,8 juta hektare (32,8 persen kontribusi), diikuti rapeseed 43,8 juta hektare (16,5 persen), dan bunga matahari 29,5 juta hektare (9,3 persen). Dengan keunggulan produktivitas dan lahan yang relatif kecil, kelapa sawit diproyeksikan mempertahankan perannya sebagai sumber minyak nabati paling kritis hingga 2050.

Berita terkait