Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Sayap Kanan Brasil Menguat, Pertarungan Pilpres Lanjut ke Putaran Kedua

Pemilihan presiden Brasil 2026 berakhir tanpa kandidat mencapai mayoritas suara di putaran pertama, sehingga presiden petahana kiri Luiz Inacio Lula da Silva dan lawan sayap kanannya, Flavio Bolsonaro, akan bertarung kembali di putaran kedua pada 25 Oktober 2026. Dengan lebih dari 99% suara terhitung, Bolsonaro meraih 47,2% (sekitar 56 juta suara) sedangkan Lula memperoleh 45% (53,7 juta suara). Jika terpilih, presiden baru akan dilantik pada 5 Januari 2027 untuk memimpin Brasil yang berpenduduk sekitar 214 juta jiwa dan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin.

Flavio Bolsonaro, 45, berusaha melanjutkan gerakan populis sayap kanan yang dibangun ayahnya, Jair Bolsonaro, mantan presiden yang kini sedang menjalani hukuman 27 tahun penjara karena dugaan kudeta. Di sisi lain, Lula, 80, mengincar masa jabatan keempatnya dengan menonjolkan agenda sosial Partai Buruh, termasuk program kesejahteraan dan redistribusi pendapatan. Menanggapi hasil putaran pertama, Lula menyatakan optimis dan siap memulai kampanye baru untuk putaran kedua.

Para ahli mencatat bahwa kekuatan sayap kanan di Brasil semakin meningkat, sehingga peluang Lula untuk membalikkan hasil diputaran kedua dinilai semakin sulit. Selain persaingan politik, kampanye keduanya juga digerakkan oleh isu-isu identitas, termasuk soal hak-hak minoritas LGBTQ+ dan kebijakan keamanan. Sebelum putaran pertama, survei menunjukkan Lula unggul tipis 46% dibandingkan 45% Bolsonaro, namun proyeksi putaran kedua memberi keuntungan marginal kepada Bolsonaro.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait