Sefas Group Akuisisi 100% Bisnis SPBU Shell di RI, Tuntas Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia. Transaksi ditargetkan rampung pada tahun 2026 ini dengan tetap mematuhi persetujuan pemerintah dan persyaratan yang berlaku. CEO Sefas Group Ricky Roesli menyatakan akuisisi ini sebagai dukungan pertumbuhan sektor ritel energi nasional. Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas berkembang ke tahap berikutnya untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang.
Sefas menekankan prioritas pada transisi yang lancar dengan menjaga operasional tetap aman dan andal. Pelanggan Shell akan tetap menemukan merek tersebut di pasar melalui skema lisensi merek yang berkelanjutan. Visi Sefas adalah membangun bisnis ritel energi terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa menilai Sefas sebagai mitra strategis dengan pemahaman mendalam akan karakteristik pasar lokal, kebutuhan pelanggan, dan jaringan yang kuat. Kolaborasi jangka panjang keduanya mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya di sektor energi Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.56
Seluruh SPBU Shell RI Dijual, Kenapa?
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.56
Sefas Group Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell di Indonesia
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 12.10
Sefas Grup Resmi Akuisisi 100 Persen Bisnis SPBU Shell di Indonesia
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.37
SEFAS Group Akuisisi SPBU Shell RI, Target Rampung Tahun Ini
Berita terkait
Bakal Akuisisi 100% Bisnis SPBU Shell di RI, Ini Profil Sefas Group
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.50
Tok! Sefas Group Sepakat Akuisisi 100% Bisnis SPBU Shell di RI
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.20
Top 3: Seluruh SPBU Shell Diakuisisi SEFAS Group
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.59
Shell Jual Seluruh SPBU di Indonesia, Ini Pemilik Barunya
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.11