Sejarah Kalender Hijriyah: Mengapa Umar bin Khattab Pilih Hijrah Nabi sebagai Awal Penanggalan Islam?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kalender Hijriyah tidak ditetapkan begitu saja, melainkan melalui proses musyawarah para sahabat Nabi, khususnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Sebelum sistem ini diresmikan, masyarakat Arab sudah mengenal nama-nama bulan namun belum memiliki sistem penomoran tahun yang baku. Hal ini menyulitkan pencatatan dokumen dan peristiwa, seperti ketika sebuah surat hanya mencantumkan bulan Sya'ban tanpa menyebutkan tahunnya secara spesifik.
Persoalan ini muncul ketika Umar RA menerima dokumen yang hanya menyebutkan bulan Sya'ban tanpa tahun. Ia kemudian mempertanyakan apakah Sya'ban yang dimaksud adalah tahun sebelumnya atau tahun yang akan datang. Kasus ini menegaskan pentingnya adanya sistem penanggalan dengan acuan tahun yang jelas. Akhirnya, Umar RA mengajak para sahabat untuk bermusyawarah dan menentukan titik awal yang tepat untuk penanggalan Islam.
Dalam musyawarah tersebut, beberapa usulan diajukan, termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW, awal turunnya wahyu, dan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Setelah pertimbangan, para sahabat akhirnya memilih Hijrah Nabi sebagai titik awal kalender Hijriyah karena signifikansinya sebagai peristiwa yang menandai perubahan besar dalam sejarah Islam.
Bagikan
Berita terkait
5 Alasan Penting Mengapa Muslim Perlu Memahami Kalender Hijriyah
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.30
Kapan Rabiul Akhir 2026? Ini Kalender Hijriyah di Bulan September
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 05.15
Mengenal Masjid Jumat, Saksi Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.40
Mush'ab bin Umair, Pelaksana Pertama Salat Jumat Berjamaah atas Perintah Rasulullah
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 11.16