Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Sekjen baru dan harapan terjadinya reformasi PBB

Antonio Guterres selesai masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB, penggantinya akan resmi dilantik pada 1 Januari 2027. Tujuh kandidat bersaing untuk posisi tersebut, termasuk dari Guyana, Kosta Rika, Antigua dan Barbuda, Tonga, Argentina, Burundi, dan Uganda. Pemilihan calon sekjen baru menjadi tanggung jawab Dewan Keamanan PBB yang kemudian disetujui Majelis Umum.

Indonesia bersama negara sepemikiran menuntut reformasi PBB, khususnya perombakan Dewan Keamanan yang tidak representatif. Sekjen baru harus menavigasi konflik global seperti Israel-Palestina, krisis iklim, dan AI, serta menangani keterbatasan anggaran dan tuntutan reformasi organisasi.

Guterres mengakui Dewan Keamanan tidak lagi representatif dengan tiga anggota Eropa dan lima anggota tetap yang tidak mewakili proporsi dunia. Opsi reformasi meliputi penambahan anggota tetap untuk Afrika, Brasil, dan India, serta penangguhan hak veto untuk kekejaman massal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait