Sempat Bungkam, Israel Buka Suara soal Kesepakatan Gaza
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Israel akhirnya menanggapi kesepakatan Gaza yang dipuji Presiden Donald Trump, setelah Hamas mengumumkan persetujuan perlucutan senjata. Juru bicara kantor PM Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, menyatakan Israel telah menyampaikan komentar dan kekhawatiran kepada pihak Amerika, dan versi yang dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel. Intelijen Israel menemukan bahwa Hamas telah mempersenjatai kembali dan merekrut pasukan sejak gencatan senjata yang diumumkan Trump pada Oktober lalu. Hamas pada Jumat menyetujui tahap selanjutnya dari kesepakatan yang mencakup penyerahan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru. Trump menyebutnya 'tonggak penting' dan mengklaim Israel 'sangat senang'. Namun, juru bicara Netanyahu menegaskan tindakan Hamas menunjukkan persiapan 'pembantaian massal ala 7 Oktober'. Ia menekankan rencana yang dirilis Dewan Perdamaian bentukan Trump menyerukan Gaza menjadi 'zona bebas teror yang telah dideradikalisasi', dan menuntut demiliterisasi Hamas yang tulus, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan. Pejabat Israel anonim menyatakan Israel tidak akan menarik pasukan tanpa verifikasi perlucutan senjata. Serangan Israel masih berlanjut; otoritas Palestina melaporkan sedikitnya 13 tewas pada Minggu (2/8).", "tags": ["gaza", "israel", "hamas", "perlucutan-senjata", "kesepakatan"]
Bagikan
Berita terkait
Baku Tembak dengan TNI, 3 OPM di Papua Tengah yang Hendak Kacaukan HUT RI Tewas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 23.40
Antisipasi Karhutla, Kemenhut Deteksi 73 Titik Panas di Kalsel
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.32
Dukung Rencana Prabowo, Politikus PKS Sebut Efisiensi Pengadaan Kunci Berantas Korupsi
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 23.31
Polda Kaltim dan Bea Cukai Balikpapan Gagalkan Pengiriman Ganja melalui Jalur Ekspedisi
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.30