Sengketa Rumah Lee Kuan Yew Berakhir, Begini Endingnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura resmi mengambil alih kepemilikan rumah mendiang pendiri negara Lee Kuan Yew melalui Otoritas Pertanahan Singapura (SLA) dan Dewan Warisan Nasional (NHB). Pengambilalihan ini mengakhiri sengketa keluarga yang berlangsung sejak 2015, yakni antara putra sulung Lee Hsien Loong yang ingin melestarikan rumah, melawan dua adiknya Lee Hsien Yang dan almarhumah Lee Wei Ling yang menghendaki penghancuran rumah sesuai wasiat ayah mereka demi privasi keluarga.
Pemerintah beralasan pengambilalihan dilakukan demi melestarikan situs bersejarah tersebut, yang merupakan lokasi pertemuan penting era 1950-an saat transisi Singapura dari koloni Inggris menjadi negara merdeka. Dewan Warisan Nasional berencana melakukan studi mendalam untuk mengkaji opsi pengembangan situs menjadi ruang publik yang tetap menghormati keinginan Lee Kuan Yew akan privasi. Nilai properti diperkirakan mencapai 30 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 414,66 miliar.
Bagikan
Berita terkait
RI, Singapura, Malaysia, Brunei Tiba-Tiba Kompak Usulkan Ini ke Unesco
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 17.30
Singapura Tebar Voucher Belanja Rp4 Juta ke Warga Imbas Energi Mahal
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.43
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Warisan Batik Nusantara
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.51
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Warisan Batik Nusantara Lewat Klasterisasi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.48