September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC-Water Bombing Dimaksimalkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa September diprediksi menjadi puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta periode krusial dalam penanganannya. Menurutnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) perlu dimaksimalkan selama masih tersedia jendela waktu untuk dilakukan. Selain OMC, strategi penanganan meliputi water bombing dan penggunaan pasukan darat yang ditempatkan sesuai lokasi dengan banyaknya hotspot. Raja Juli juga meminta pergantian personel secara berkala untuk mencegah kelelahan dan menambah personel melalui mekanisme BKO sekitar 1.000 orang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 22.12
Tinjau Karhutla di Ogan Ilir, Menhut Pantau Pemadaman Pakai Cara Water Bombing
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.30
Cegah Polusi Asap Lintas Negara, Pemerintah Awasi Titik Api Karhutla
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 11.19
Geger Langit Pontianak Berubah Kuning Pekat, Ini Penjelasan BMKG
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.02
BMKG Prediksi Hujan Sedang Akan Guyur Sejumlah Provinsi Terdampak Karhutla
Berita terkait
Masih Ada Hotspot Karhutla di 6 Provinsi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.55
OMC Perkuat Penanganan Karhutla Riau, Satgas Udara Tebar 30 Ton Garam
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.17
Tidak Untuk Bikin Hujan, BMKG Jelaskan Alasan Modifikasi Cuaca di IKN
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.30
Pemprov Sumsel Menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca Akhir Agustus
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 16.10