Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejaksaan Paris melalui Kantor Pemberantasan Kejahatan Siber Prancis (OFAC) membuka penyelidikan atas serangan siber terhadap sistem administrasi pajak negara. Peretasan terorganisasi yang dinilai lebih canggih ini berdampak pada sekitar 678.000 pengguna, mencakup data wajib pajak individu maupun perusahaan. Penyelidikan mendalami dugaan akses ilegal dan pencurian data pribadi otomatis dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara.
Menurut Direktur Jenderal Keuangan Publik Prancis, Amélie Verdier, data pribadi yang berhasil diakses meliputi nama, informasi family quotient, pendapatan pajak referensi, dan tarif pemotongan pajak. Untuk data perusahaan, informasi yang dicuri mencakup nomor identifikasi serta alamat. Otoritas memastikan bahwa data yang bocor tersebut tidak dapat digunakan oleh pelaku untuk mengakses akun resmi pengguna di situs impots.gouv.fr.
Pihak berwenang menjadwalkan pemberitahuan resmi kepada seluruh pengguna terdampak terkait potensi ancaman pencurian identitas. Saat ini, pemerintah Prancis masih terus mengusut pelaku penyerangan serta memetakan batas jangkauan data yang telah dicuri.
Bagikan
Berita terkait
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Sistem Air di 7 Negara Bagian Terganggu, AS Tuding Iran Lancarkan Serangan Siber
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 16.10
Bank Besar Bobol, Identitas Nasabah Sampai Data Kredit Terungkap
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 18.20
Tanda Bahaya Muncul di Amerika, Sudah di Luar Kendali Manusia
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 18.20