Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejaksaan Paris melalui Kantor Pemberantasan Kejahatan Siber Prancis (OFAC) membuka penyelidikan atas serangan siber terhadap sistem administrasi pajak negara. Peretasan terorganisasi yang dinilai lebih canggih ini berdampak pada sekitar 678.000 pengguna, mencakup data wajib pajak individu maupun perusahaan. Penyelidikan mendalami dugaan akses ilegal dan pencurian data pribadi otomatis dengan ancaman pidana minimal lima tahun penjara.
Menurut Direktur Jenderal Keuangan Publik Prancis, Amélie Verdier, data pribadi yang berhasil diakses meliputi nama, informasi family quotient, pendapatan pajak referensi, dan tarif pemotongan pajak. Untuk data perusahaan, informasi yang dicuri mencakup nomor identifikasi serta alamat. Otoritas memastikan bahwa data yang bocor tersebut tidak dapat digunakan oleh pelaku untuk mengakses akun resmi pengguna di situs impots.gouv.fr.
Pihak berwenang menjadwalkan pemberitahuan resmi kepada seluruh pengguna terdampak terkait potensi ancaman pencurian identitas. Saat ini, pemerintah Prancis masih terus mengusut pelaku penyerangan serta memetakan batas jangkauan data yang telah dicuri.
Bagikan
Berita terkait
Atasi Kelangkaan Tim Ahli, Sistem Keamanan AI Ini Bisa Tangkis Serangan Siber dalam 6 Menit
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.00
Serangan Siber Tembus 1,52 Miliar, Luhut Soroti Kesenjangan Talenta Keamanan Digital
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 16.00
Insiden Agen OpenAI, Foto Pengguna ChatGPT Tersebar di Internet
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 12.50
Agen OpenAI Lepas Kendali, Foto Pengguna ChatGPT Bocor di Internet
Detik.com · 26 September 2026 pukul 10.02