Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Setelah Swasembada Beras, Pemerintah Bidik Kemandirian Protein Nasional

Pemerintah Indonesia mengusung program swasembada protein nasional setelah berhasil mencatat surplus produksi beras pada awal 2025. Produksi beras mencapai sekitar 34 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sekitar 31 juta ton. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi modal untuk memperkuat kedaulatan pangan dan mengurangi ketergantungan impor, yang dianggap menyangkut kemandirian dan harga diri bangsa.

Dengan kelebihan produksi beras, fokus pemerintah beralih ke peningkatan konsumsi protein nasional melalui dukungan pada komoditas seperti daging, ikan, telur, susu, dan protein nabati. Pengamat pangan nasional Dirgayuza Setiawan menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan kalori, tetapi juga dari kemampuan menyediakan pangan bergizi. Peningkatan konsumsi protein berkualitas dianggap penting untuk mendukung perkembangan anak, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja, terutama menjelang bonus demografi.

Transformasi sistem pangan mencakup diversifikasi konsumsi, peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan, penguatan teknologi pascapanen, serta perbaikan distribusi dan penyimpanan untuk mengurangi kehilangan pangan. Dari sisi ekonomi, penguatan ini diharapkan menciptakan rantai pasok yang lebih luas bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan penyerapan bahan pangan lokal melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait