Setu Cilodong Makin Dangkal, Sampah dan Lumpur Mengepung dari Berbagai Penjuru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setu Cilodong di Jalan Abdul Gani, Kecamatan Cilodong, Depok, mengalami penurunan kedalaman akibat endapan lumpur dan penumpukan sampah dari berbagai sisi. Saat dikunjungi pada Kamis (3/9), tumpukan sampah dan lumpur terlihat di beberapa bagian, bahkan membuat sebagian area mengering. Aktivitas warga seperti berdagang dan memancing masih berlangsung, meski kondisi lingkungan semakin memburuk. Deni, petugas Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), menyatakan bahwa sedimentasi di Setu Cilodong sudah mencapai sekitar 30 persen sejak 2024, sementara pengerukan terakhir dilakukan pada 2019. Sampah yang terbawa air hujan dan pembuangan sembarangan warga menjadi penyumbang utama endapan tersebut.
Andi, Kepala Regu PUPR Kecamatan Cilodong, menjelaskan bahwa Setu Cilodong memiliki tiga inlet yang menjadi jalur masuk air sekaligus sampah. Petugas masih melakukan pembersihan dengan mengangkat tanaman teratai dan sampah menggunakan perahu sebelum dibawa ke tempat pembuangan. Namun, pembersihan ini belum menyelesaikan masalah sedimentasi. Pengerukan sudah diajukan, tetapi tertunda karena alat berat dan operator masih digunakan di lokasi lain seperti Setu Pengarengan dan Setu Pengasinan. Rencana pengerukan diperkirakan akan dilaksanakan dalam satu tahun ke depan, sementara pencarian lokasi pembuangan sedimen masih menjadi kendala.
Warga yang terbiasa memanfaatkan Setu Cilodong untuk kegiatan sehari-hari, seperti Memet (53) yang gemar memancing, masih merasa nyaman berada di sana selama aktivitasnya tidak terganggu. Meski kondisi air semakin suram dan berlumpur, ikan yang ditangkapnya masih dianggap aman untuk dikonsumsi. Namun, Usep (34), seorang pedagang yang berada di sekitar Setu Cilodong sejak 2022, mencatat bahwa aktivitas wisata di area ini semakin menurun akibat kotoran dan sampah yang menumpuk. Harapan warga agar Setu Cilodong kembali bersih dan layak digunakan di masa depan masih tergantung pada keberhasilan revitalisasi yang belum terealisasi.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Ungkap Volume Sampah Bantargebang Turun
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.21
Sampah Jakarta ke Bantargebang Turun 500 Ton per Hari, Pramono Ungkap Sebabnya
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.14
Pramono Incar Hotel hingga Kafe yang Buang Sampah Sembarangan
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.09
Pramono Sebut Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton/Hari
Detik.com · 3 September 2026 pukul 10.45