Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Siapa Kapten Ibrahim Traore? Pemimpin Burkina Faso yang Bubarkan Partai Politik dan Melawan Intervensi Asing

Kapten Ibrahim Traore, perwira militer 38 tahun, merebut kekuasaan dalam kudeta September 2022. Ia dipuji pendukungnya sebagai simbol kedaulatan dan perlawanan terhadap pengaruh asing di Afrika. Namun, di dalam Burkina Faso, pemerintahannya ditandai pembatasan aktivitas politik, perpanjangan transisi militer, dan pembubaran partai politik. Pada April, Traore meminta rakyat "melupakan demokrasi", dengan alasan negara berada dalam fase revolusioner.

Burkina Faso telah menjadi pusat krisis keamanan Sahel selama hampir satu dekade. Kelompok bersenjata terkait al-Qaeda dan ISIS meluas di sebagian besar wilayah dan mengalahkan pemerintahan berturut-turut. Sejak berkuasa, Traore mengusir pasukan Prancis, memperkuat hubungan dengan Rusia, mendorong industri dan pertanian lokal, serta menjadikan kemandirian ekonomi prioritas nasional. Pidatonya kerap merujuk Thomas Sankara, pemimpin revolusioner 1983-1987, simbol anti-imperialisme. Pemerintahannya juga bergabung dengan pemerintahan militer Sahel lain yang menjauh dari kemitraan keamanan Barat.

Pendukung menilai Traore memulihkan kebanggaan nasional dan menantang ketergantungan politik-ekonomi pada kekuatan eksternal. Namun analis keamanan Kabir Adamu menyebut terjadi pemisahan nyata antara legitimasi dan kinerja. Menurutnya, Traore merestrukturisasi arsitektur keamanan di sekitar kedaulatan daripada efektivitas. Pertanyaan besar adalah apakah pesan pembaruan nasional itu bisa menjadi perubahan yang langgeng.

Berita terkait