Sidang Umum PBB Digelar, Perang dan Krisis Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sidang Umum PBB tahun 2024 di New York menyoroti ketegangan global dengan fokus pada perang Iran, konflik Rusia-Ukraina, dan krisis energi. Presiden Trump berpidato mengingatkan kepemimpinan AS dalam menangani isu internasional, sekaligus bertemu pemimpin dari Inggris, Jepang, Venezuela, serta negara GCC. Di tengah perang Iran yang meluas tujuh bulan, jalur minyak di Selat Hormuz masih terganggu meski ada bantuan pengawalan AS. Harga minyak Brent mencapai $100 per barel, jauh di atas $70 sebelum konflik. Arab Saudi menutup jalur pipa alternatif setelah diserang oleh militan Iran di Irak, sementara Houthi di Yaman meningkat ancaman di Selat Bab al-Mandab. Mediator seperti Qatar berupaya memulihkan negosiasi Washington-Tehran dengan menekankan pentingnya rapat perundingan untuk menghentikan korban jiwa dan kerusakan. Di sisi lain, Presiden Zelenskyy bertemu Trump untuk membahas gencaran senjata infrastruktur energi, mengungkapkan adanya 'momentum diplomatik' untuk deeskalasi. Namun, Ukraina enggan berhenti menyerang kilang Rusia sebagai tekanan untuk kembali ke meja perundingan. PBB sendiri berada pada titik kritis dengan reformasi Dewan Keamanan menjadi sorotan, di mana Rusia mendukung perluasan anggota tetap namun menolak penghapusan hak veto, berbeda dengan seruan Erdogan untuk menghapus hak veto. Diplomat menilai kondisi dunia semakin tidak stabil, dengan perubahan aliansi memengaruhi penyelarasan kepentingan nasional demi perdamaian.
Bagikan
Berita terkait
Disebut Negara Gagal, Delegasi Kuba Walk Out saat Trump Pidato di PBB
Detik.com · 23 September 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Turun 1% Usai Pasokan Arab Saudi Kembali Meningkat
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.33
Trump Sudah Keok Lawan Iran, Mulai 'Dibenci' di Negara Sendiri
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.35
Warga AS Protes Perang Iran, Tingkat Kepuasan Terhadap Trump Turun Jadi 32%
Detik.com · 22 September 2026 pukul 06.17