Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Simak Fakta di Balik Ragam Hoaks Koperasi Desa Merah Putih

Sejumlah informasi keliru terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beredar di media sosial, mulai dari klaim gaji manajer hingga isu penutupan warung desa. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah klaim gaji manajer KDMP sebesar Rp 16 juta per bulan, menyatakan angka tersebut tidak akurat dan belum ada keputusan final mengenai besaran gaji. Gaji manajer KDMP memang akan ditanggung APBN selama dua tahun pertama, namun besarannya mas masih dalam pembahasan dan akan diatur melalui Peraturan Presiden. Sebagian klaim juga menggunakan manipulasi video dan kecerdasan buatan (AI) untuk menyebarkan informasi palsu. Hoaks lainnya berupa klaim bahwa KDKMP menyediakan layanan pinjaman online tanpa jaminan hingga Rp 500 jari. Fakta menunjukkan, meski Kopdes memiliki unit usaha simpan pinjam, layanan tersebut tidak sama dengan pinjaman online. Justru, KDKMP diharapkan menjadi solusi agar masyarakat terhindar dari jeratann rentenir dan pinjaman ilegal. Presiden Prabowo telah menerbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan koperasi desa. Isu penutupan warung desa juga menyebar melalui video manipulasi yang mengaitkan Menteri Desa Yandri Susanto. Video tersebut ternyata mengandung label 'AI Content' dan tidak pernah dikeluarkan oleh Yandri. Ia membantah keras klaim penutupan warung agar warga belanja di Kopdes. Menteri Koordinator Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menegaskan bahwa KDKMP tidak akan mematikan usaha warung rakyat, melainkan menjadi infrastruktur penyaluran bantuan pemerintah. Pemilik warung bahkan bisa mendapat keuntungan melalui kerja sama dengan koperasi.

Berita terkait