Sinergi Kemensos-SP2MI Perluas Penanganan Anak Tidak Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) sepakat memperluas penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penyetaraan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kesepakatan ini disepakati dalam pertemuan Menteri Sosial Gus Ipul dan Ketua Umum SP2MI Amirudin di Jakarta pada 13 Agustus 2026. Gus Ipul menyatakan bahwa jumlah ATS di Indonesia mencapai 4,1 juta orang, dengan angka yang bisa jauh lebih besar mengingat banyaknya anak yang tidak melanjutkan sekolah dari SD ke SMP. Kolaborasi ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi anak dan remaja dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa mengikuti pendidikan formal. Kemensos akan menyediakan tempat di Gedung Sekolah Rakyat rintisan yang tidak lagi digunakan, sementara SP2MI akan menyediakan tenaga pengajar. Inisiatif ini juga akan diselaraskan dengan program Sekolah Rakyat, di mana calon siswa yang belum pernah sekolah akan melakukan penyetaraan di PKBM terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke Sekolah Rakyat. Gus Ipul menekankan pentingnya percepatan agar ATS dapat belajar, beranjut, dan memiliki ijazah agar bisa bekerja di kemudian hari.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Gelar Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa NTT
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.51
Kemensos Tambah Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Via Jalur Laut
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.30
Wamensos Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Gempa Manggarai
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.11
Kemensos Mobilisasi Logistik dan Santunan Korban Gempa NTT
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.30