Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sisi lain sosok Adam Malik lewat sapuan kuas

Adam Malik (1917–1984), dikenal sebagai aktivis anti-kolonial, jurnalis, pendiri ANTARA, diplomat, dan Wakil Presiden Indonesia (1978-1983), juga dikenal sebagai kolektor seni lukis. Ia membangun Koleksi Adam Malik sejak 1949 melalui persahabatan dengan para seniman seperti S Sudjojono, tokoh seni rupa modern Indonesia. Koleksinya mencatatkan kisah masyarakat dalam transisi antara tradisi dan modernitas, identitas, dan perjuangan sosial di awal era Orde Baru.

Pameran "The Adam Malik Collection" di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta (15-23 Agustus 2026) menampilkan 22 lukisan, termasuk karya S Sudjojono berjudul "Maka Lahirlah Angkatan 66". Lukisan ini dilukis pada 1966, merekam suasana Jakarta penuh slogan dan tuntutan perubahan politik. Ini menjadi lukisan terakhir Sudjojono yang secara langsung merujuk pada situasi politik faktual negara.

Pameran ini juga menandai 50 tahun pendirian Balai Seni Rupa Jakarta (20 Agustus 1976), pendahulu MSRK. Kurator Farah Wardani dan Amir Sidharta menyajikan koleksi diplomat ini untuk menunjukkan keterkaitan antara seni dan politik, serta hubungan seniman dan patron.

Berita terkait