Soal Karhutla di Kalimantan, Puan Maharani Soroti Perlindungan Masyarakat Terdampak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya perlindungan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, tak hanya fokus pada pemadaman. Ia meminta pemerintah dapat memastikan keamanan dan kesehatan warga, termasuk penerapan situasi darurat bila Indeks Pencemaran Udara (API) melebihi ambang batas. Puan juga menekankan perlunya penyiapan tempat penampungan jika kondisi masyarakat berada dalam kategori bahaya. Data BNPB menunjukkan sebaran hotspot tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, diikuhi Kalimantan Barat dengan 560 titik, sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik, dan Kalimantan Utara sebesar tiga titik. Puan meminta pemerintah daerah membuka layanan kesehatan tambahan khusus untuk anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. Ia juga menegaskan pentingnya penyediaan stok masker bagi warga serta penyusunan skenario penyesuaian sekolah dan aktivitas luar ruang jika kualitas udara terus memburuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.23
Kapolri Sebut Sejumlah Nama Ditangkap terkait Karhutla di Kalimantan
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.16
TNI Kerahkan 3 Pesawat Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla Kalimantan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 18.09
Kapolri soal Karhutla di Kalimantan: Beberapa Nama Sudah Kita Amankan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.02
Karhutla di Kalimantan Mengganas, Pemuda Bulan Bintang Desak Menhut Lakukan Evaluasi
Berita terkait
Respons Kemlu soal Sorotan Asap Karhutla di Kalimantan Terbawa ke Malaysia
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.36
Kapolri Lakukan Investigasi Cari Penyebab Karhutla di Kalimantan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.00
Saham Sawit Menguat di Tengah Karhutla Kalimantan, Ekonom Ingatkan Jangan Salah Baca
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 17.15
Soal Nyawa dan Hak Rakyat Hidup Sehat, Komisi XII DPR Desak Pemerintah Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.13