Soal Konflik Papua, Ketua Adat Wanam: Jangan Tinggalkan Masyarakat Adat dalam Pembangunan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Dewan Adat Kalai Woyu Maklew Wanam, Yohanis Agabi Mahuze, dalam diskusi publik "Mengapa Eskalasi Konflik Papua Selalu?" yang diselenggarakan Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia di Jakarta pada 2 Oktober 2026, menyampaikan bahwa masyarakat adat Papua tidak menentang pembangunan. Mereka berharap pembangunan dijalankan dengan memperhatikan keberadaan, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat adat. Yohanis menekankan pentingnya pelibatan masyarakat adat sejak awal proyek pembangunan untuk mencegah konflik dan membangun kepercayaan. Komunikasi terbuka antara pemerintah, pelaksana pembangunan, dan masyarakat adat menjadi kunci dalam menyelesaikan ketegangan di Papua.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.52
Peneliti Pasifik Research: Memahami Akar Persoalan Papua Penting untuk Bangun Kepercayaan
Berita terkait
Waka DPD Yorrys Dorong Otsus Papua Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.36
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Capaian Pemda Papua
Detik.com · 29 September 2026 pukul 13.56
Daftar Penerima Penghargaan Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Papua
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 23.23
Saat Panglima TNI Tegaskan OPM Harus Ditumpas
kumparan · 28 September 2026 pukul 03.57